Ads 468x60px

Jumat, 24 April 2015

RADIASI

RADIASI
Radias memiliki arti pemancaran atau penyinaran. Radiasi adalah penyebaran partikel elementer dan energy radiasi dari suatu sumber radiasi ke medium atau tujuan sekitarnya.
Energy radiasi dapat mengeluarkan elektron dari inti atom menjadi bermuatan positif dan di sebut ion positif. Sementara itu, elektron yang di keluarkan  itu dapat tinggal bebas atau mengikat atom netral lainnya dan membentuk ion negatif, proses ini di sebut proses ionisasi.
Jenis-jenis RADIASI
Gelombang elektromanetik di kelompokkan berdasarkan panjang gelombangnya atau bisa di kelompokkan berdasarkan frekuensinya. Pembagian gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombangnya atau frekuensinya dapat di lihat pada tabel berikut.
Panjang gelombang (m)
Frekuensi (Hertz)
1.    Gelombang radio 109 – 10-3(m), frekuensi 1-1011(Hz)
a.     Gelombang radio panjang 109-103(m), frekuensi 1-105(Hz)
b.    Gelombang radio pendek 103-10(m), frekuensi 105-107(Hz)
c.     Gelombang komunikasi 105-10-3(m), frekuensi 103-1011(Hz)
d.    Televisi 10-10-1(m), frekuensi 107-109(Hz)
2.    Gelombang mikro 10-10-5(m), frekuensi 107-1013(Hz)
a.     Radar 10-10-3(m), frekuensi 108-1011(Hz)
3.    Infra merah 10-3 – 10-6(m), frekuensi 1011-1014(Hz)
4.    Cahaya tampak 10-6 – 10-7(m), frekuensi 1014-1015(Hz)
5.    Ultra ungu 10-7 – 10-10(m), frekuensi 1015-1019(Hz)
6.    Sinar-X 10-8 – 10-12(m), frekuensi 1016-1021(Hz)
7.    Sinar gamma 10-10 – 10-16(m), frekuensi 1018-1025(Hz)
CARA KERJA RADIASI DALAM TEKNOLOGI KOMUNIKASI
PEMANCARAN DATA INFORMASI
Saat pengguna ponsel sedang melakukan komunikasi, gelombang sinyal suara yang dihasilkan dari pengguna ponsel akan merambat di udara. Gelombang sinyal suara tersebut akan diterima oleh microphone untuk di ubah menjadi gelombang elektromagnetik dan akan dilanjutkan kepada bagian audio processor untuk dikuatkan dan diproses.
Jika pengguna melakukan sms, maka perintah yang diketik oleh pengguna ponsel kepada keyboard akan diproses oleh CPU (Central Processor Unit).

Sinyal data informasi akan dicampur dengan sinyal pembawa oleh RF (Radio Frequency) processor. Sinyal pembawa pada teknologi GSM mempunya kisaran frekuensi 900-1900(MHz). sinyal data informasi yang sudah tercampur dengan sinyal pembawa akan diterima oleh base station.
Jarak ponsel dengan base station cukup jauh, maka sinyal tersebut harus betul-betul kuat agar dapat diterima oleh base station. Maka sinyal tersebut harus di perkuat oleh PA (Power Amplyfier).
Bila penguatan akhir pada bagian pengiriman tidak berfungsi dengan baik maka ponsel tidak akan bisa meregistrasikan jaringan kepada operator.
Setelah dikuatkan, sinyal akan dilanjutkan kepada antenna switch untuk dihubungkan kepada antenna. Antenna switch dapat dianalogikan sepert bandara, dimana pada bagian transmisi data informasi pada ponsel terdapat dua jalur, yaitu penerimaan dan pemancaran. Maka tanpa adanya antenna switch, sinyal yang diterima dengan sinyal yang dipancarkan akan saling bertabrakan. Sinyal selanjutnya akan dipancarkan melalui antenna kepada base station.
PENERIMAAN DATA INFORMASI
Sinyal informasi yang dipancarkan base station akan diterima terlebih dahulu oleh antenna ponsel, selanjutnya akan diteruskan kepada antenna switch untuk di teruskan kepada LNA.
Agar sinyal dapat diterima dengan baik oleh bagian RF, sinyal yang dipancarkan oleh base station akan di kuatkan terlebih dahulu oleh LNA (Low Noise Amplyfier). LNA juga dapat berfungsi sebagai pemotong noise (desah).
Sinyal yang dihasilkan oleh LNA masih tercampur dengan sinyal pembawa. Agar data diproses oleh bagian DSP (digital Signal Processor) maka sinyal data informasi harus dipisahkan terlebh dahulu oleh RF Processor, system ini dinamakan dengan demodulasi.
Sinyal data informasi akan dikonversikan menjadi berbentuk sinyal digital. Pada bagian RF, sinyal masih menggunakan berbentuk analog sedangkan pada bagian processor utama karakternya berbentuk digital.
Selanjutnya sinyal data informasi yang telah dikonversikan akan dilanjutkan kepada bagian prosesor utama (CPU). Bila siinyal  data informasi tersebut adalah suara makan akan dilanjutkan kepada audio amplifier. Sinyal audio tersebut akan diubah menjadi gelombang elektromagnetik, selanjutnya akan di hubungkan kepada speaker agar sinyal elektromagnetik tersebut menjadi sinyal suara yang merambat di udara agar dapat didengar oleh telinga manusia.
DAMPAK RADIASI PONSEL BAGI KESEHATAN MANUSIA
ENERGI RADIASI PADA PONSEL
Pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel memliki frekuensi 450-1800(MHz), yaitu termasuk dalam daerah gelombang mikro. Menurut perhitungan menunjukkan bahwa quantum energy yang di timbulkan oleh radiasi elektromagnetik ponsel, secara kuantitas relative masih kecil karena hanya berkisar seperjuta elektron volt.
Namun kalau jarak sumber radiasi dengan materi, yaitu jarak antara ponsel dengan kepala (khususnya telinga) diperhitungkan, maka dampak radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel tidak boleh di abaikan begitu saja. Alasannya adalah karena intensitas radiasi elektromagnetik yang diterima oleh materi, akan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak, artinya makin dekat dengan sumber radiasi (ponsel) akan makin besar radiasi yang diterima.
Persoalan akan lebih menarik lagi, kalau waktu kontak atau waktu berbicara melalui ponsel diperhitungkan, maka akumulasi dampak radiasi akibat pemakaian ponsel perlu dicermati lebih jauh lagi.

DAMPAK RADIASI PONSEL PADA KESEHATAN
Ponsel menggunakan gelombang elektromagnetik dalam mengirim dan menerima pesan. Gelombang elektromagnetik ini dapat menyebabkan pemanasan pada jaringan tubuh. Jaringan tubuh dipanaskan oleh rotasi dari molekul polar yang disebabkan oleh medan elektromanetik.
Pada saat seseorang sedang menelepon dengan ponsel, efek pemanasan ini akan terjadi pada permukaan kepala dan mengakibatkan kenaikan suhu. Otak memiliki kemampuan untuk membuang panas melalui sirkulasi darah, namun kornea mata tidak memiliki pengaturan suhu dan dari percobaan pada kelinci, ditemukan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan katarak.
Pengamatan lebih jauh mengenai dampak radiasi elektromagnetik pada ponsel terhadap tubuh manusia ternyata mempunyai kemiripan dengan dampak radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh radar.
Dampak tersebut adalah kemampuan radar mengagitasi molekul air yang ada dalam tubuh manusia. Sel-sel tubuh yang terdapat pada tubuh manusia sebagian besar mengandung air.
Agitasi yang ditimbukan olek radiasi elektromagnetik, kalau intensitasnya cukup kuat maka molekul-molekul air terionisasi, dampaknya mirip dengan dampak yang dihasilkan radiasi nuklir.
Peristiwa agitasi oleh gelombang mikro yang perlu diperhatikan adalah yang berdaya antara : 4 mW/cm2 ~ 30 mW/cm2. Agitasi bisa menaikkan suhu molekul air yang ada dalam sel-sel tubuh manusia dan ini dapat berpengaruh terhadap kerja susunan saraf, kerja kelenjar dan hormon serta berpengaruh terhadap psikologis manusia. Hal-hal inilah yang yang kemungkinan diduga sebagai penyebab timbulnya penyakit Alzheimer atau kepikunan dini.
Penelitian ini dilakukan oleh 12 lembaga riset, 7 diantaranya ada di eropa selama 4 tahun. Universitas of Washington, Seattle 1996 menemukan bahwa EMR dalam bentuk energy gelombang radio rendah terbukti bisa merusak DNA. Kelompok riset jerman, Verum mencoba mempelajari efek radiasi HP terhadap sel-sel tubuh manusia. Hasilnya sel-sel tubuh yang terkena paparan gelombang elektromagnetik seperti pada HP megalami kerusakan yang signifikan. Bahkan mutasi sel-sel ini bisa menyebabkan timbulnya sel kangker.
Pancaran radiasi yang digunakan dalam penelitian berada pada level 0,3-2 watt/kg, sementara HP memancarkan sinyal radio atau SAR (Specified Absorbtion Rate) pada level 2 watt/kg.
Beberapa akibat yang biasa terjadi pada tubuh manusia menurut sejumlah penelitian antara lain meningkatkan resiko tumor telinga, kangker otak, berpengaruh buruk pada jaringan otak, mengakibatkan meningioma, neurioma akustik, acoustic melanoma dan kangker ludah.

Pada HP terdapat istilah transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antenna dan gelombang ini berfluktuasi melalui udara, gelombang RF inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Followers

Sample text

BENDERA

 
Blogger Templates